Tampilkan postingan dengan label Healthy News. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Healthy News. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 23 Agustus 2014

Kubis, Sayuran Murah yang Antikanker

Sayuran satu ini kaya akan antioksidan, vitamin B, C, dan K yang sangat bagus untuk penurunan berat badan.
Liputan6.com, Jakarta Sayur sop, cap cay, dan lalapan tak lengkap jika tak menghadirkan kubis. Tapi tak sedikit orang menilai sayuran yang tumbuh subur di kawasan dingin dan dijual dengan harga relatif murah ini tidak ada manfaatnya untuk kesehatan tubuh. Benarkah?
Kubis merupakan sayuran yang tinggi serat dan rendah kalori. Untuk setengah cangkir kubis hanya mengandung 16 kalori yang baik untuk membantu menurunkan berat badan yang berdampak pada gula darah Anda. Selain itu, masih kubis pun memiliki sifat antikanker seperti dilansir Reader Digest, Sabtu (23/8/2014).
Hal ini disebabkan karena kubis mengandung sulphoraphane yang memiliki sifat antikanker. Salah satu penelitian pada wantia menunjukkan, mereka yang makan banyak kubis memiliki risiko terkena kanker payudara lebih rendah 45% dibanding yang sedikit makan sayur ini.
Selain itu, kubis pun membantu tubuh menjaga terhadap kanker paru-paru. Bahkan kubis yang difermentasi memiliki tingkat lebih tinggi senyawa antikanker.
Namun, untuk mendapatkan manfaat kandungan kubis yang baik jangan terlalu matang saat memasaknya. Jika memakan langsung sebagai lalapan, cuci dulu hingga bersih.

Jangan Makan! Makanan yang Sudah Dihinggapi Lalat

Sayangnya, tidak semua orang menyadari ada binatang di makanannya.
Liputan6.com, Jakarta Hampir semua orang mungkin tahu kalau lalat yang hinggap di makanan bisa membawa bakteri yang menyebabkan penyakit. Tapi sayangnya, tidak semua orang menyadari ada binatang di makanannya.
Seperti ditulis penelitian baru dari Orkin yang menyebutkan bahwa hampir dua pertiga orang akan menyendokkan binatang yang hinggap di makanan dan tetap memakannya. Penelitian yang melibatkan 1.015 orang ini mungkin tidak mengejutkan tapi hal ini sering terjadi di restoran yang kebersihannya kurang terjaga.
"Banyak orang tidak menyadari bahwa lalat rumahan dua kali lebih kotor daripada kecoa. Setiap orang harus tahu ancaman penyakit akibat lalat," kata ahli entomologi, Ron Harrison, Ph.D, seperti dikutip Huffingtonpost, Sabtu (23/8/2014).
Organisasi Kesehatan Dunia memiliki laporan bahwa lalat dapat menyebarkan penyakit dan infeksi. Ini karena kebiasaannya hinggap di tempat kotor termasuk di tempat sampah.
"Makanan yang dihinggapi lalat mungkin tidak akan ada perubahan rasa dan bau tapi jika kotoran lalat telah tercampur dengan makanan, bakteri akan hidup di usus selama beberapa hari dan menyebabkan penyakit," tulis WHO.

Selain itu, WHO menuliskan, makanan yang dihinggapi lalat dapat membuat infeksi mata, infeksi kulit dan infeksi enterik (seperti diare) dan menularkan telur cacing. Masih mau mengonsumsi makanan yang dihinggapi lalat?

Rabu, 20 Agustus 2014



Mana Lebih Sehat, STMJ atau Susu Jahe?

Ilustrasi STMJ (Liputan6.com/Johan Fatzry)
Liputan6.com, Jakarta Bertahun-tahun mungkin kita mengetahui berbagai minuman untuk menambah stamina seperti Susu Telur Madu Jahe (STMJ) atau susu jahe. Tapi tahukah Anda kalau ternyata STMJ mengandung protein yang sulit dicerna tubuh.

Seperti disampaikan Pakar Herbal dan Konsultan Herbal sekaligus Bussiness Development Director PT Deltomed Laboratories, Dr Abrijanto SB bahwa yang merusak komponen atau manfaat dalam minuman tradisional seperti STMJ adalah telurnya. Telur mentah yang dikocok bersama susu, madu dan jahe jadi hilang manfaat kesehatannya.
"Putih telur itu ada albuminnya. Albumin merupakan sumber protein yang sulit diserap tubuh jika dikonsumsi mentah. Telur itu baiknya dimasak dulu. Sayang sekali kan kalau diminum, manfaat jahe dan lainnya jadi hilang," kata Abrijanto, ditulis Jumat (11/7/2014).
Berbeda dengan STMJ, menurut Abrijanto, susu jahe lebih baik dikonsumsi kalau memang Anda butuh stamina dalam beraktivitas. Tapi perlu diperhatikan, jahe sebaiknya tidak dimasak dengan suhu terlalu panas atau air mendidih. Cukup dimasak dengan suhu sekitar 60-80 derajat celsius, minuman jahe bisa menambah stamina, mengurangi mual bagi ibu hamil, dan meringankan radang tenggorokan.